Living abundantly in our singleness

Menjadi single itu menyenangkan loh… We can do everything we want to do without any distraction from other point of view… We can learn to do something new… dan yang pastinya kita bisa mempersiapkan diri kita untuk menjadi pasangan yang baik pada waktu pernikahan kita nanti… (yup… that’s a good thought rite?)

But, being single nowadays, or lebih sering dibilang ‘jomblo’, sound like terrifying banget untuk beberapa orang… Keliatan menyedihkan sekali, bagi seseorang untuk menjadi seorang ‘jomblo’. Well, apalagi jika setiap orang yang berada disekeliling kita sudah saling berpasang-pasangan. Kayanya pengen buru-buru aja deh untuk ikutan mengikrarkan sebuah komitmen dengan orang lain.

Bukan berarti kamu ga’ laku, jadi kamu belum punya pacar. Bukan juga karena semua orang punya pacar, berarti kamu harus punya pacar… Kamu harus punya pengertian yang benar, bahwa hidup kamu adalah tanggung jawab kamu sendiri. Jangan terpengaruh oleh keadaan sekeliling, dan jangan biarkan orang lain mengontrol hidup kamu.

Berita baiknya adalah, kalau segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Everything happens for a reason. Setiap masa dalam hidup kita ada tujuan uniknya masing-masing. Termasuk masa lajang yang sedang kamu alami. Di masa-masa seperti ini, kita seharusnya bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi calon pasangan hidup yang baik untuk pasangan kita kelak. Menjadi calon mom/dad yang baik.

Dengan memaksimalkan setiap kapasitas dalam masa single, ketika saatnya tiba untuk kamu berpasangan, bahkan menikah, kamu akan menjadi sosok yang complete/penuh dan bisa memberikan dari kelimpahan kamu, bukan kekurangan kamu. So… Live abundantly in your singleness… Pergunakan semua waktu yang ada untuk membuat hidup kamu lebih maksimal, untuk belajar tentang hal-hal yang belum kamu tau, untuk memperbaiki karakter kamu menjadi seorang yang lebih baik, sehingga ketika saatnya tiba, kamu dapat menjalani hubungan itu dengan excellent. Persiapan menentukan pertandingan, dan yang paling penting menentukan hasil pertandingan itu.

Remember this :
“Segala sesuatu yang benar, datang pada waktu yang tidak tepat, hanya akan membuat segala sesuatu itu menjadi salah”

*) inspired from “I Kissed Dating Goodbye, by Joshua Harris – and also from my experience… hahaha

Xx,

-dea-

{a post from April 9, 2007}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s