Memandang apa adanya

Ada satu siklus yang terus menerus terjadi pada wanita setiap bulannya dalam kondisi normal. Dan di masa ini, biasanya hormon jadi meningkat dan perasaan sangat berpengaruh dalam diri mereka. Masa itu disebut Haid.

Tidak jarang para wanita jadi berubah disaat-saat seperti itu. Entah tiba-tiba jadi terlalu periang, kesakitan sangat, tiba-tiba kuat sekali seperti Xena, bisa juga jadi galau ga jelas, terkadang bisa tiba-tiba sedih atau merasa semua orang meninggalkannya, tidak jarang juga yang jadi pemarah atau bete habis… Well, kalau kamu atau pasangan kamu tiba-tiba jadi kaya gitu… Don’t be so surprised ya… But, tenang aja, ini bukan tentang Haid kok… Keep enjoy the reading okay :p

Dalam buku “Tuesday With Morrie” oleh Mitch Albom, ada satu pengertian bagus yang ingin aku share disini, dan I think it will work for you girls, when the time comes… hahaha. BUT NOTE : Ini bisa berlaku untuk segala kondisi dan siapapun yang mengalaminya. Tidak hanya untuk para wanita saja. Bisa juga untuk kamu, para lelaki ganteng yang kebetulan sedang membaca blog ini 😀

Pengertian yang ingin aku shre yaitu belajar meresapi seluruh perasaan yang melanda kita saat ini. Entah itu berupa kesakitan, kerinduan, kebencian, cinta, kesepian, you name it! Cobalah untuk meresapi dan bukan menolaknya. Masuk jauh kedalam perasaan itu, sehingga kita bisa memahaminya dengan benar. Dan ketika kita sudah mengerti, kita bisa melepaskan perasaan itu dan berkata, “Baik. Jadi begini rasanya ketakutan. Sekarang aku ingin melepaskan rasa takut ini.” “Sudahlah, ini hanya rasa takut. Aku tidak akan membiarkannya mengendalikan aku. Aku memandangnya seperti apa adanya.” (page 111)
Try that… Perhaps it works!

Karena ga’ jarang dari kita (ga’ hanya pada masa haid aja sih), yang mengalami perasaan itu (which is normal), tetapi berusaha menolak atau mengabaikannya. Padahal kalau kita bersikap begitu, perasaan itu tidak akan pernah bisa hilang atau kita kuasai karena kita tidak pernah melepaskannya. Sehingga, walaupun kita berpura-pura kuat, atau tidak memikirkannya, sebenarnya perasaan itu masih ada dihati kita, dan sewaktu-waktu bisa meloncat keluar dan mempengaruhi seluruh emosi kita. Musti diinget juga, bahwa itu adalah perasaan yang normal, malah bisa dibilang anugerah, karena kamu bisa mengerti dan belajar dari hal itu. Hanya bagaimana kita menyikapinya itu yang harus dilakukan dengan benar.

So guys… terima aja perasaan itu, resapi, masuk kedalamnya, temukan rasa itu, dan kemudian lepaskan sehingga kamu bisa memandang itu dengan apa adanya. Karena apa yang ga’ bisa kamu kuasai, maka akan menguasai kamu.

Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s