4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)

Mau tau perjalanan aku di kota Praha hari pertama? Silahkan klik di link ini 🙂 http://wp.me/p3rRlp-lW

Hari Kedua di Kota Praha

Hari kedua, aku memiliki misi khusus dimana menjadi alasan utamaku untuk mengunjungi Praha. Yaitu menuju Kutna Hora, sebuah kota yang terletak 70 km dari kota Praha. Kota ini bisa dikunjungi dalam day trip, dan untuk menghindari membayar mahal sebuah tour trip, aku pun mencoba mencari informasi sendiri cara untuk menuju Kutna Hora dari internet. Ternyata tidak terlalu susah. Aku memilih menggunakan bus, walau awalnya rasa panik melanda, khawatir tersesat di jalan di tengah-tengah negara yang tidak semua penduduknya mengerti bahasa Inggris. Di kota Praha, yang merupakan kota kapital dari negara Ceko, hampir seluruh anak mudanya mengerti bahasa Inggris, namun Kutna Hora merupakan kota kecil di luar Praha, ketakutan akan mengalami kebuntuan ketika menanyakan jalan muncul di dalam benak ku, namun segera kutepis, karena Kutna Hora merupakan sebuah kota yang sangat menarik untuk dikunjungi. Travelling juga mengajarkan kita untuk mengalahkan rasa takut dan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman, mengeksplor diri sendiri serta menjadi mandiri. Buatku sendiri, travelling membuatku merasa adiktif untuk berada di suatu tempat baru, tempat yang sama sekali belum pernah kukunjungi, melihat kehidupan lain yang berbeda dengan kehidupan yang aku miliki serta memberikan inspirasi baru yang membuat aku menyadari sebuah statement yang sangat terkenal yaitu “the more we know, the more we know that we don’t know.”

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)16

Pemandangan kota Kutna Hora yang begitu indah

Setelah mengumpulkan informasi-informasi penting terkait perjalananku sendiri ke Kutna Hora, aku pun beranjak dari hostel menuju stasiun bus Florenc (line C), dengan durasi perjalanan adalah selama 1,5 jam. Manfaatkan website ini http://jizdnirady.idnes.cz untuk mencari jadwal bus dan harga-harga tiket. Harga tiket bus sekali jalan adalah sebesar 68 ck (sekitar Rp. 40.000). Dari stasiun bus di Kutna Hora, nikmati kota kecil ini sambil berjalan kaki perlahan-lahan, bagian yang menyenangkan ketika kita berjalan sendiri tanpa tour adalah kita dapat menghabiskan waktu sesuka hati kita. Kita lah yang menentukan kapan kita tiba dan pulang. Tidak ada suara yang memburu-buru kita untuk tepat waktu, sehingga kita dapat menikmati setiap detil pemandangan yang ada. Jangan lupa untuk meminta peta area pada bagian informasi di bus stasiun, namun jika tidak ada, tidak perlu khawatir, photo saja plang peta yang ada, dan manfaatkan itu untuk menjaga agar kita tidak tersesat.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)12

Peta Kutna Hora dari plang Tourist Centre

Yang terkenal dari Kutna Hora adalah sebuah gereja tua bernama Ossuary in Sedlec atau biasa disebut Bone Church, terletak di Zamecka 127, Kutna Hora – Sedlec. Sesuai dengan namanya, gereja ini memiliki 40.000 tulang belulang didalamnya. Tidak main-main, tulang belulang ini dimanfaatkan sebagai interior gereja, dengan cara merangkainya menjadi tempat lilin yang sangat besar (chandelier). Sekedar tips, sebaiknya jika ingin menanyakan suatu alamat kepada masyarakat setempat, tanyakan dengan menggunakan nama asli tempat itu, contohnya, tidak akan ada yang tahu jika kita menanyakan “Dimana Bone Church?” namun jika kita menyebutkan “Ossuary” sambil menunjukan peta, mereka akan mengerti dengan mudah dan dapat menginformasikan kita arah selanjutnya. Untuk memasuki Ossuary, kita perlu membayar 60 ck, namun jika ingin juga mengunjungi tempat-tempat lainnya sekitar Ossuary, seperti Church St. Barbara, Church of the Assumption, Ursuline Convent, kita dapat membeli pass tiket sebesar 185 ck, dengan begitu, akan lebih murah.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)15

Ossuary, the Bone Church

Ossuary adalah sebuah chapel penguburan yang kembali dibangun dalam gaya baroque pada abad 14 oleh J. B. Santini. Gereja ini memiliki kira-kira 40.000 tengkorak dari orang-orang yang meninggal karena wabah pada 1318 dan selama perang Hussite di abad 15. Awalnya mereka dikuburkan di penguburan gereja, namun ketika kuburan tersebut ditutup pada abad 15, tengkorak-tengkorak tersebut digali kembali dan dipindahkan ke dalam chapel dan disusun menjadi sebuah Piramid. Memasuki Ossuary, membuat perasaanku terkagum-kagum namun juga ironis bercampur sedih, melihat banyaknya tengkorak yang tertimbun, yang dulunya merupakan sosok manusia yang hidup dan bernafas. Membayangkan František Rint of Česká Skalice, seorang pendeta yang setengah buta, mematahkan tengkorak-tengkorak itu agar dapat disusun menjadi dekorasi yang kreatif termasuk lonceng, mahkota, tempat lampu dan lain-lain memberikan perasaan ngeri tersendiri. Namun tidak perlu takut, Ossuary hanyalah satu tempat kecil dan pada pagi hari, banyaknya turis yang datang menghilangkan rasa spooky yang mungkin muncul.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)13

Interior dalam Ossuary

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)14

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)11

Chandelier ini seluruhnya dibuat dari tulang belulang manusia

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)6

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)10

Tumpukan tulang belulang manusia dengan mahkota diatasnya

Jika Praha terkenal dengan Jembatan Charles Bridgenya, Kutna Hora juga memiliki jembatan serupa yang menurut aku lebih menyenangkan daripada Charles Bridge. Karena jembatan ini sepi dari turis, penjual barang dagangan, pengemis, pengamen dan lainnya, sehingga kita dapat mengambil photo sebanyak-banyaknya tanpa khawatir barang kita hilang karena desakan manusia di jembatan Charles Bridge. Selesai dengan Ossuary, berbekal tiket pass, aku pun menuju Church of St. James dan Church of St. Barbara. Di dekat Church of St. Barbara lah terdapat jembatan serupa Charles Bridge. Church St. Barbara itu sendiri merupakan sebuah gereja gothic yang sangat besar dan bagus. Jika kita masuk kedalamnya, kita akan terkagum-kagum dengan desain interior dalam dan luar gereja. Tembok luar gereja sangatlah menarik dengan tembok batunya dan interior dalam gereja tidak kalah mengagumkan. Atapnya memiliki gambar-gambar, yang aku yakin merupakan simbol-simbol yang mempunyai arti penting. Cukup lelah berjalan-jalan, aku pun beristirahat di taman Church St. Barbara, jangan khawatir, jika kita haus, kita dapat meminum air tap yang terdapat di taman-taman, selain airnya segar dan dingin, yang paling penting, airnya gratis. Air mineral sendiri, rata-rata sekitar Rp. 45.000,-/botol jika kita beli di supermarket dengan ukuran sekitar 500 ml.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)8

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)9

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)7

Jembatan di Church St. Barbara

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)4

Painting di atap Church St. Barbara

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)1

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)5

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)3

Pemandangan Church St. Barbara dari teras luar

Ok, time to go back to Prague. Kembali ke hostel nyamanku setelah puas mewujudkan impian pergi melihat gereja tua ini 🙂

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 2)2

Masih ada 2 hari lagi solo backpackingku di kota Medieval ini. Yukss, lanjut mengikuti cerita perjalananku berikutnya…

PS : Tulisan ini diterbitkan juga di Gogirl! Indonesia Magazine Edisi November 2013 – Kamu sudah punya majalahnya? 😉

Cheers,
Dea

Advertisements

5 comments

  1. salam kenal mba dea …. selain rencana ke budapest sy juga mau ke praha… terima kasih banyak nich infomasi dr blog mba dea… krna perjalanan sy panjang maka saya ambil 2 hari juga di praha mungkin sy akan city tour praha dan korna horta yng saya pilih… trims banyak nich info blognya luar biasa….

    Like

    • Hi Entin, salam kenal juga yaaa… Senang sekali kalau tulisan ini telah membantu dirimu 🙂 Wahh, aku juga kangen Praha dan Budapest, mau kok kesana lagi kalau di ajak, lol… Kutna Hora cakeeeppp, Cesky Krumlov juga cakep.. Tapi karena cuma 2 hari, ke Kutna Hora juga gpp 🙂 Bisa kok jalan sendiri, ga usah pakai tour 😛

      Like

  2. wah memang bahasa Inggris yang dibangga-banggakan orang itu memang sangat berguna juga ya,apa lagi untuk berpergian ke negara lain sangat diwajibkan bisa bahasa Inggris,wah kalau begitu nggak bisa dong saya berpergian sendiri ke negara lain,karena saya cuma menguasai dengan sangat baik sekali satu bahasa,bahasa yang sangat saya banggakan dan cintai sekali,bahasa Indonesia,ha ha ha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s