4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)

It’s gonna be my last day in Prague! Sedih! Karena kota ini terlalu cantik untuk ditinggalkan. Tapi didorong oleh semangat adventure terpaksa membuat perjalanan aku di kota medieval ini musti berakhir hari ini. Sore nanti, bus Eurolines akan membawa aku ke negara keju, Belanda!

Hari masih pagi. Oh well, let me tell you one thing. Pas aku di Praha ini, si tamu bulanan datang tanpa di undang. You know it, for some women, it’s kind of nightmare! For me as well, terlebih lagi karena hari kedua perjalanan http://wp.me/p3rRlp-mb dan hari ketiga http://wp.me/p3rRlp-mB aku cukup terlalu aktif dan cape karena berkunjung ke dua kota di luar Praha.

Jadi hari ini aku agak kesiangan bangunnya (sengaja!). Mulailah aku berkemas dan berniat untuk mengelilingi kota Praha ini terakhir kalinya.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)1

Salah satu Subway yang terdapat di kota Praha

Ternyata, pengalaman menarik kutemukan hari ini. Masih ada beberapa waktu sebelum bus Eurolines akan membawaku ke negara Belanda. Sambil berbekal kamera, aku pun berniat untuk mengunjungi Dancing House atau yang biasa disebut Fred and Ginger, sebuah bangunan unik yang didesain oleh arsitek Belanda. Dancing House ini terletak di Jiráskovo náměstí 1981/6, 120 00 Prague 2, yang dapat dicapai dengan menggunakan metro, stop di Karlovo Namesti (line B).

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)2

Fred and Ginger, bangunan unik yang diciptakan oleh arsitek dari Belanda

Sesampai di depan gedung ini, aku pun puas mengambil photo dan sedikit agak bingung untuk mengabadikan diri sendiri di depan gedung ini. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku pun meminta tolong seorang anak muda yang sedang berjalan sambil membawa kamera juga. Dengan senang hati, dia pun mengambil photo ku dan akhirnya aku juga membantu dia mengambil photo. Setelah berbicara lebih lanjut, ternyata Steve, warga negara asal Inggris ini pun sedang berjalan-jalan sendiri karena temannya sibuk bekerja. Akhirnya kami sepakat untuk menjadi teman seperjalanan mengelilingi kota Praha sebelum aku pergi ke bus stasiun sore ini.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)3

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)9

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)10

Berkat Steve, akhirnya ada juga photo-photo narsis macam begini 😛

Steve orang yang sangat menyenangkan dan lucu. Sempat dia bertanya, kenapa aku percaya kepada dia untuk mengambil photo? Dengan simple aku menjawab, intuisi. Waktu mencoba mencari orang yang bisa dimita tolong, aku melihat dia, kelihatannya orang ini baik, dan ternyata memang dia seorang pria yang menyenangkan. Memang terdengar mengerikan jika kita begitu saja mempercayai seorang asing, tetapi bukankah kita semua adalah orang asing yang berada di tanah asing? Semua orang sama seperti kita, mereka merasa sendirian di tempat yang asing, dan mereka mencari orang lain untuk bisa bersama-sama. Pernah mendengar bahwa travelling akan mempertemukan kita dengan berbagai macam orang? Ketakutan menemukan orang jahat memang selalu ada, tetapi, orang baik di luar sana juga ada. So give yourself a change to trust in people. Walau sekedar tips, sebaiknya saat bepergian dan ingin meminta tolong agar diphotoin, sebaiknya meminta tolong kepada turis yang sedang berjalan-jalan dengan keluarganya, atau turis Asia, seperti dari Jepang, Cina, Korea, mereka biasanya lebih mau dimintai tolong dan lebih “terpercaya” – walau satu rule penting saat berpergian sendiri (baik di negeri sendiri atau di negeri orang lain, adalah tetap waspada dan berhati-hati). Sampai sekarang, kami masih tetap berkomunikasi, Steve seorang Inggris yang sangat tergila-gila dengan Jepang, juga menjadi seorang teman yang menyenangkan.

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)11

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)5

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)4

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)6

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)7

4 Hari Solo Backpacking di Praha, Ceko (Day 4)8

Untuk menghabiskan waktu, kami pun kembali mengitari Prague Old Town, kali ini, kami mengunjungi St. Nicholas Church, setelah bersusah payah mencoba membaca peta kota dan sedikit berargumentasi mengenai jalan mana yang terbaik yang perlu kami ambil, menikmati pemandangan super gothic dari St. Vitus, berjalan-jalan di Charles Bridge, saling membantu dalam berphoto ria dan akhirnya kami harus mengucapkan salam perpisahaan untuk saat ini, setelah Steve mengantarkanku ke Hostel dan membawakan tas backpack beratku ke stasiun bus Florenc. Siapa yang tau, mungkin suatu hari nanti, kami bisa bertemu dan menjadi travelling partners kembali. Ketika bus Eurolines beranjak meninggalkan kota Praha, aku tersenyum mengingat 4 hari yang telah mengajarkan ku untuk menjadi lebih dari diriku sendiri, untuk meraih apa yang aku pikir tidak mampu, aku berasa sangat bebas, that’s true, “travelling brings yourself back as yourself.”

PS : Cerita ini juga dipublikasikan di Gogirl! Magazine Indonesia, edisi November 2013. Sekarang giliran kamu yang cerita perjalanan travelingmu… Yuksss… 🙂

Cheers,
Dea

Advertisements

6 comments

    • Hello Meta, budget makan ya.. Ehmm, kalau di West Europe, rata-rata aku lihat harga breakfast jauh lebih murah dari lunch dan dinner. Jadi breakfast mungkin less than 10 euro, lunch sekitar 15-18 euro-an dan paling mahal dinner, sekitar 30 euro-an. Well, untuk menghemat, bisa ke KFC, Burger King, or McD, hahaa.. Saya biasanya gitu, sambil cari wifi gratisan.. Atau bisa juga ke stand makanan yang di jalan.. Cukup mengenyangkan kok karena porsi mereka besar juga.. Semoga membantu yaa 🙂

      Like

  1. Halo! 🙂 mau bertanya apakah penulis pakai kereta eurolines? Dan bagaimana dengan transportasi dan biayanya (dalam kota dan antar kota)… Bis atau kereta/metro. maybe… Just maybe akhir tahun ini saya akan eurotrip Budapest, Praha, sampai Berlin… Tq

    Like

    • Hello Ario! Kerrreeennn mau ke Berlin juga.. Waktu itu saya ga sempet kesana.. Saya naik bus Eurolines (www.eurolines.com) – Waktu itu aku ambil paket yang 15 hari 350 euro untuk bisa ke 51 city (sebisa kita) krn masuk summer, dan jadinya mahaaalll banget. Menurut info2 yang saya dengar sih, naik pesawat lebih better dan harganya juga ga terlalu mahal karena ada budget airlines macam Ryan Air or Easy Jet. Dalam kota mudah banget, mereka sistem metro dan bus nya easy to understand. Apalagi di Praha, metronya hanya ada 3 line, jadi mudah 🙂 Happy traveling yaa – Dea

      Like

  2. halo Dea salam kenal. aku suka sekali tulisan-tulisanmu ini. Sangat menarik!
    btw boleh minta itinerary nya pas jalan-jalan ke keliling eropa tdk? ke saniyudha@gmail.com ya. Rencana summer ini mau keliling2 sama sahabat, tapi masih bingung mau kemana aja. makasih banyak 🙂

    Like

    • Hi Sani, wah aku lupa kalau itinerary day by day nya 😀 Yang pasti waktu itu aku 25 hari. 2 hari untuk perjalanan berangkat dan pergi, lalu seminggu di Paris, 4 hari Budapest, 4 hari Czech dan 4 hari Belanda. Lainnya perjalanan dari dan ke kota2 tersebut 🙂 Soalnya aku lebih suka stay agak lama di satu tempat daripada loncat dari satu capital ke capital lainnya.. Menurut aku sih kurang dapat feel ttg suatu negaranya kalau loncat2an gitu 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s