Penjelajahan 9 Kota, 10 Hari di Vietnam – Hoi An

Hoi An adalah sebuah kota kecil di Vietnam yang bernuansa Jepang. Hal ini karena terdapatnya sebuah jembatan berdesain arsitektur Jepang yang berada di tengah kota dan menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di Hoi An. Hoi An merupakan salah satu kota tua yang masuk dalam list Unesco Heritage dan di jaga agar selalu seperti desain awalnya ketika di buat pertama kali. Untuk mencapai Hoi An dari Mui Ne, kami menaiki sleeper bus. Istilah yang di pakai untuk sebuah bus dengan rute perjalanan yang panjang dan lama, sehingga kita duduk disebuah tempat duduk yang cukup nyaman dan dapat ditidurkan menjadi sebuah tempat tidur yang lumayan nyaman. Sebetulnya untuk ukuran tubuh orang Asia, sleeper bus ini sangat nyaman. Walau untuk para bule, mereka harus bersusah payah melipat kaki saat tidur. Namun ini pilihan yang lebih baik daripada harus terduduk tegak selama perjalanan panjang berjam-jam, bukan?

Hoi-An-Vietnam (5)Bus berhenti tepat di depan hotel.

Kami mendatangi Hanh Cafe di Mui Ne dan membeli tiket sleeper bus seharga 360.000 VND. Awalnya kami pikir kami akan tiba di Hoi An pada pukul 7 malam. Tetapi kami salah mengerti. Jadi bus akan berhenti di Nha Trang pada pukul 7 malam, dan dari Nha Trang, kami akan menyambung bus berikutnya (tidak perlu membayar tambahan) menuju Hoi An dan baru sampai pukul 7 pagi! Kebayang kah, kami harus berada di bus dari pukul 1 siang sampai 7 pagi. 18 jam! Untung tempat duduknya nyaman! Untung juga bus berjalan pada malam hari, sehingga kami tertidur karena kantuk dan bangun-bangun sudah sampai terminal Hoi An.

Hoi-An-Vietnam (4)Jadwal bus dari Mui Ne menuju ke beberapa tempat di Vietnam.

Hoi-An-Vietnam (6)Beginilah penampakan Sleeper Bus. Sangat nyaman kan? Coba Indonesia juga punya bus yang seperti ini ya πŸ™‚

Di Hoi An, kami bertemu dengan An, salah satu teman lokal yang kemudian mengajak kami ke rumahnya dan menjamu kami makan siang di rumahnya. Senang sekali loh bisa merasakan makan siang bersama keluarga An. Traveling itu memang nggak melulu melihat-lihat tempat wisata, tapi juga merasakan bagaimana keseharian hidup para penduduk lokalnya. An memperbolehkan kami mandi dan bersih-bersih sebelum kemudian kami sambil bersenda gurau mempersiapkan makan siang. Aku yang mengalami keterbatasan bahasa dan tidak mengerti cara memasak makanan Vietnam, cukup puas dengan membantu menyiangi sayur mayur untuk dibuat salad.

Hoi-An-Vietnam (1) Hoi-An-Vietnam (3)

Kota Hoi An

Setelah makan, kami pun mengunjungi kota Hoi An dengan menggunakan motor sewaan. An yang membantu kami untuk mendapatkan motor sewaan. Hoi An memang kota kecil, namun begitu apik dan menarik. Dahulunya kota ini merupakan pusat perdagangan penting Vietnam untuk para pedagang dari Cina, India, Belanda dan Jepang. Nuansa tuanya membuat kita serasa kembali ke jaman dahulu. Banyak interior-interior bangunannya yang merefleksikan arsitektur budaya Cina dan Jepang. Jika kamu berada di Hoi An, jangan lupa untuk menikmati makanan khas mereka yaitu mie Cao Lau.

Hoi-An-Vietnam (7)Favorite sepanjang berlibur di Vietnam! Kopinya top banget!

Hoi-An-Vietnam (9) Hoi-An-Vietnam (8)

Traditional Cao Lau dan pedagangnya. Menurut saya ini seperti varian lain dari Pho.

Kami mengunjungi jembatan tua bernuansa Jepang yang menjadi salah satu tempat wisata favorit para turis. Jembatan ini merupakan simbol bagaimana pedagang Jepang banyak mendominasi Hoi An pada waktu itu. Jembatan ini dibangun sekitar abad ke 17 untuk menghubungi komunitas Jepang dengan Tionghoa. Air di bawahnya merupakan simbol kedamaian. Pembuat jembatan ini sampai sekarang tidak diketahui siapa namanya. Walau tidak terlalu berlama-lama di kota ini, namun kunjungan kami ke tempat ini menyenangkan sekali, apalagi dengan bertambahnya seorang teman baru untuk kami berdua.

Hoi-An-Vietnam (16) Hoi-An-Vietnam (10) Hoi-An-Vietnam (12)

Horeeee… Kesampaian juga ke tempat ini!

Di bagian pintu masuk jembatan, kita akan melihat 2 buah patung hewan. Di satu sisi terdapat sepasang patung Monyet dan di sisi lainnya terdapat sepasang patung Anjing. Ini melambangkan bahwa jembatan tersebut dibuat pada tahun Monyet dan selesai pada tahun Anjing. Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa kedua patung hewan tersebut melambangkan banyaknya Kaisar Jepang yang lahir pada tahun Monyet dan tahun Anjing. Terdapat juga satu buah kuil yang dibangun di tengah jembatan dan ketika saya melewatinya, banyak juga orang yang berganti-gantian untuk berdoa di dalamnya.

Hoi-An-Vietnam (13) Mitosnya, pembangunan jembatan ini di mulai dari tahun Kera…

Hoi-An-Vietnam (11)Sampai selesai di tahun Anjing…

Hoi-An-Vietnam (14)Panda dari Tay Ninh, saya dan An Nguyen dari Hoi An.

Hoi An adalah kota kecil yang menyenangkan. Jika punya waktu, berjalan-jalanlah mengelilinginya. Terdapat sebuah kuil yang sangat berwarna di tengah kota, namun karena untuk masuk ke dalamnya cukup mahal, jadi kami mengurungkan niat untuk masuk ke dalamnya.

Hoi-An-Vietnam (2)Hoi-An-Vietnam (19)

Oleh-oleh tempelan kulkas yang khas dari Vietnam.

Cuaca panas menyengat di kota Hoi An memang tidak seganas matahari yang terasa di Saigon, namun tetap saja panas sehingga kita jangan heran melihat banyak sekali penduduk Vietnam (bahkan turis juga) berjalan-jalan sambil menggunakan topi dari bambu yang biasa dipakai oleh para petani di Indonesia. Kemudian kami bergegas menyari tempat duduk bersantai sambil menikmati ice cream dan bir dingin.

Hoi-An-Vietnam (20) Hoi-An-Vietnam (21)Teman saya Panda, dengan Saigon Beer! Terlihat begitu haus ya πŸ˜›

Hoi-An-Vietnam (22)Roti-rotiannya pun terpengaruh oleh negara Perancis.

Bangunan-bangunan di kota Hoi An memang terlihat sangat apik, bernuansa campuran antara pengaruh Vietnam, Eropa, Cina dan Jepang. Terbayang betapa indahnya kota ini di kala malam. Namun sorenya, kami akan bergegas ke stasiun kereta. Kali ini, kota kecil yang penuh tomb (kuburan) para Kaisar lah yang ingin kami kunjungi. Hue, yang terletak sekitar 138 km dari Hoi An. Dengan kereta, kami akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam untuk mencapai Hue. Tidak sabar rasanya melihat sisi dari sebuah kota lainnya di Vietnam. Sampai saat ini, perjalanan saya di kota Vietnam terhitung sangatlah menyenangkan.

Hoi-An-Vietnam (23) Hoi-An-Vietnam (18) Hoi-An-Vietnam (17)

Apiknya interior kota Hoi An…

Ingin tahu seperti apa kota Hue itu?

Simak di artikel selanjutnya yaaa…

Hoi-An-Vietnam (15)

Namaste!

Dea Sihotang

Disclaimer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s