Penjelajahan 9 Kota, 10 Hari di Vietnam – Hanoi

Perjalanan saya dari Da Nang ke Hanoi tidaklah terlalu melelahkan. Sekilas terlihat modernnya kota Da Nang ketika saya melintasinya hendak menuju bandara. Kotanya jelas terlihat berbeda dari kota-kota lain yang sebelumnya saya kunjungi. Ini seperti mirip Singapore dengan skyscrappernya.

Hanoi-Vietnam (3)

Bandara Da Nang.

Di dalam pesawat, saya duduk bersebelahan dengan seorang pria lokal yang sebelumnya mengira saya adalah orang Vietnam. Hal ini sudah tidak mengherankan lagi buat saya. Jika saja saya tidak mengucapkan sepatah kata apapun, pastinya orang akan berpikir saya Vietnamese dan terus saja mengajak saya bicara dengan bahasa Vietnam. Hal itu terjadi ketika saya baru masuk pintu pesawat dan seorang pramugari Vietnam langsung menyapa saya dengan bahasanya dan menyuruh saya menaruh bagasi saya di atas tempat duduk. Namun karena saya diam saja dan tak mengerti, akhirnya dia baru sadar bahwa saya bukan orang lokal.

Pria lokal yang kemudian akhirnya menjadi teman Facebook saya juga mengira hal yang sama, walau dia cukup heran kenapa saya sibuk membolak-balik informasi tentang Hanoi dari sebuah majalah traveling. Bercakap-cakaplah kami, dan tahu lah dia bahwa saya sedang backpacker ke Vietnam selama 10 hari. Dia pun banyak merekomendasikan beberapa tempat di Hanoi. Berkat pria ini, saya pun di bantu untuk mendapatkan taksi terpercaya yang membawa saya menuju kota Hanoi. Maklum, setiap kita keluar dari bandara, pasti banyak tawaran-tawaran taksi yang jika tidak pintar-pintar di pilah-pilah akan membuat kita membayar lebih banyak dari yang seharusnya. Dari dia saya pun tahu, kalau ongkos taksi dari bandara ke pusat kota Hanoi di charge dengan harga yang tetap. Begitupun dari pusat kota Hanoi ke bandara. Jadi taksi dengan rute ini khusus tidak menggunakan meter. Walaupun terkadang pengemudi memasang meter, tetap saja kita membayar sejumlah harga tetap tersebut.

Hanoi adalah ibukota dari negara Vietnam, walau Saigon merupakan kota terbesar di Vietnam. Di kota ini kemacetan jalanannya cukup maksimal seperti di Saigon. Namun cuaca di Hanoi terasa lebih dingin karena berada di dataran tinggi sehingga peluh tidak terlalu berebutan mengucur saat saya berjalan-jalan di kota Hanoi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Hanoi lebih terlihat putih kulitnya dibanding mereka yang di Saigon. Mungkin karena pengaruh dari udaranya.

Tujuan saya ke Hanoi adalah mengunjungi teman online yang sudah lebih dari setahun ini berkenalan di socmed. Akhirnya saya berkesempatan untuk mengunjungi dia secara langsung. Pengalaman saya ini mengajarkan bahwa persahabatan itu bisa kok terbentuk dari perkenalan di socmed. Karena seringnya kami berkomunikasi online, saat akhirnya kami bertemu, rasanya seperti sudah kenal sejak lama saja. Seperti layaknya dua perempuan yang bertemu, kami berteriak-teriak bahagia ketika akhirnya bisa bertemu secara real satu sama lain. Malam itu pun kami lewati dengan berkeliling kota Hanoi dan menikmati suguhan pub nya yang hingar bingar.

Hanoi-Vietnam (4)Saya dan Holly.

Esok paginya, setelah yakin saya paham akan petunjuk-petunjuk mengenai kota Hanoi, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri ke pusat kota. Kali ini tujuan saya adalah Mausoleum Ho Chi Minh, Hoa Lo Prison dan Temple of Literature.

Mausoleum Ho Chi Minh

Hanoi-Vietnam (1)Tempat dimana jasad Ho Chi Minh berada.

Karena Mausoleum Ho Chi Minh buka dari pukul 7.30 pagi sampai pukul 11 siang saja, jadi mengunjungi tempat ini merupakan prioritas pertamaku. Antriannya cukup panjang dan kita harus mengikuti antrian dengan tertib. Banyak sekali polisi yang berjaga sehingga membuat saya cukup grogi. Kabarnya kita dilarang untuk memphoto mereka. Saat saya bertanya jalan saja, banyak dari mereka yang menolak berbicara seakan saya orang mencurigakan. Huh, segitunya. Saya pikir karena judes, tapi mungkin karena memang itu sudah tugas mereka untuk bersikap cool selama bertugas. Semua barang-barang harus dititipkan di loker dan tidak diperbolehkan untuk membawa handphone, kamera, apapun ke dalam Mausoleum. Dilarang keras memphoto jenasah Ho Chi Minh yang dapat kita lihat dari kotak kaca. Coba-coba saja melanggarnya, lalu siap-siap diringkus sama polisi-polisinya yang judes itu. Saya mah ogah. Jadi saya mengikuti aliran tertib orang-orang yang berjalan. Amati dengan seksama karena kita hanya diijinkan untuk berkeliling jenasah sekali saja. Jika ingin melihat lagi, kita harus antri kembali dari awal, duh pe-er banget. Yang membuat saya salut dengan orang Vietnam adalah kecintaan mereka kepada sosok Ho Chi Minh. Dia sangat diagung-agungkan oleh masyarakat Vietnam, mereka begitu respek dan hormat. Bahkan saya amati, ketika mereka melihat gambar Ho Chi Minh dimana saja, mereka langsung memberi hormat. Masuk ke dalam Mausoleum ini free, tempat penitipan barangnya juga free. Tempatnya sangat bersiiihh. Hati-hati jangan sampai buang sampah sembarangan. Malu.

Hoa Lo Prison

Hanoi-Vietnam (2)St. Stephen Cathedral.

Hoa Lo Prison dapat dicapai dengan berjalan kaki dari St. Stephen Cathedral tempat saya dan Holly berpisah pagi tadi setelah minum kopi Vietnam yang super enak. Berbekalkan peta, saya mencari alamat Hoả Lò, yaitu di Trần Hưng Đạo, Hoàn Kiếm. Betul, bacanya susah sekali ya. Kemudian setelah membayar 20.000 VND, aku pun masuk ke dalam salah satu penjara peninggalan perang tentara Vietnam melawan tentara Perancis dan Amerika.

Hanoi-Vietnam (18)Pintu masuk Hoa Lo Prison.

Hanoi-Vietnam (16) Hanoi-Vietnam (13)

Cukup miris melihat keadaan replika penjara pada masa itu, tempatnya begitu sempit. Sedihnya, sudah ditempatkan di ruang sesempit itu, namun kaki para tahanan masih harus dirantai, menyedihkan.

Hanoi-Vietnam (14)

Banyak juga informasi mengenai tahanan perempuan. Membaca dari tulisan keterangan yang ada, perempuan di Vietnam itu gagah berani. Saat perang Vietnam melawan tentara Perancis dan Amerika, mereka tidak tinggal diam. Banyak di antara mereka yang mengangkat senjata dan ikut berperang. Wah!

Hanoi-Vietnam (15)

Dalam Hoa Lo Prison juga terdapat satu ruangan yang menerangkan tentang kegiatan para pasukan Amerika saat mereka di tangkap oleh tentara Vietnam. Banyak juga di antara mereka yang akhirnya berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan tahanan. Saya melihat ada sebuah gitar, permainan kartu, sepatu olahraga dan jaring net untuk bola voli. Bagaimanapun, sebagai seorang manusia, tetap saja butuh bersosialisasi kalau tidak, bisa gila. Ini sisi lain kehidupan tahanan, yang saya baru lihat dari sebuah museum penjara.

Hanoi-Vietnam (17)Beberapa perlengkapan “entertain” yang ada di penjara.

Temple of Literature

Hanoi-Vietnam (22)Saya pun melanjutkan perjalanan menuju Temple of Literature. Temple of Literature adalah tempat dimana banyak mahasiswa atau pelajar yang berdoa agar berhasil lulus ujian atau memperoleh kepintaran. Banyak juga orang tua yang datang untuk mendoakan anak-anaknya. Terasa sekali aura edukasi di tempat ini. Bisa dilihat dari banyaknya patung kura-kurang yang berada di temple ini. Pengetahuan dilambangkan dengan kura-kura menurut kepercayaan rakyat Vietnam. Temple ini gratis dan banyak anak kecil maupun remaja yang sibuk mengambar atau berdoa dengan khusyuk, kemungkinan besar untuk ujian atau kelulusan mereka.

Hanoi-Vietnam (20) Hanoi-Vietnam (21)

Saat sedang traveling, saya lebih suka untuk berjalan kaki, karena saya jadi bisa mengamati sebuah kota dengan lebih detil. Contohnya di Hanoi, saya melihat banyak sekali kabel listrik yang awut-awutan. Aduh! Melihatnya saja saya ngeri. Waktu berjalan disampingnya, saya sampai berjalan cepat-cepat, khawatir terjadi ledakan or something… Ternyata kabel listrik yang awut-awutan sampai muncul di baju T-Shirt oleh-oleh dari Vietnam! Weh, jadi ini memang sengaja gitu supaya jadi trademark? Entahlah…

Hanoi-Vietnam (19) Hanoi-Vietnam (11) Hanoi-Vietnam (12) Hanoi-Vietnam (5)

Duh, kumpulan kabel listrik di pinggir jalan ini bikin parno banget!

Pernikahan di Hanoi

Hanoi-Vietnam (8)Kegiatan random berikutnya yang saya lakukan di Hanoi adalah menghadiri pernikahan teman dari Holly. Ini kali pertama saya mengikuti pesta pernikahan dari negara lain. Walau saya tidak paham sepatah katapun saat acara berlangsung, namun untungnya kita punya bahasa universal, yaitu senyuman! Setiap ada yang senyum ke saya, saya senyum balik dan begitu terus sebaliknya. Suasana pernikahan terasa akrab walau hari cukup panas saat itu.

Hanoi-Vietnam (9) Hanoi-Vietnam (10)

Disinilah kali pertama saya minum Hanoi beer. Rasanya hampir setiap kota di Vietnam punya minuman keras buatan masing-masing kota. Seperti sebelumnya yang telah saya coba adalah Saigon beer dan Hue beer. Di Da Lat, karena daerahnya pegunungan, maka yang terkenal adalah Da Lat wine. Senangnya siang itu saya makan dan minum gratis, hehe.

Hanoi-Vietnam (7)Hore! Nyobain Hanoi beer!! 😀

Hanoi Backpacker Hostel

Sebelumnya saya sedang backpacker, saya sudah pernah tinggal di hostel. Hostel ya, bukan hotel. Biasanya saya cukup beruntung untuk mendapatkan kamar sendirian, walau ada 7 tempat tidur lainnya yang tersedia. Kali ini di Hanoi, saya pertama kalinya tidur bersama-sama dengan female travelers lainnya. Awalnya grogi, namun pengalaman saya ini malah membuat saya ketagihan untuk tinggal di female dorm. Kamarnya cukup nyaman, memang berantakan karena penghuninya banyak, namun orang-orangnya asyik, bahkan ada seorang traveler dari Belgia yang menawarkan saya waffle kering. Kamar mandinya juga bersih. Dan ada locker yang membuat kita tidak perlu membawa semua barang-barang berharga saat hang out keluar.

Hanoi-Vietnam (24) Hanoi-Vietnam (23)

Kamar dorm perempuan Hanoi Backpacker Hostel.

Sebisa mungkin saya memang lebih memilih female dorm karena mengantipasi adanya bau-bauan yang tidak enak dari badan para lelaki backpackers. Gimana pun kecenya mereka, kalau tidur, pasti deh bentuk-bentuk aslinya terlihat! Entah dari yang snoring sembarangan, bau kaki, bau kentut, bau ketiak, bau baju yang belum di cuci berhari-hari. Wah, daripada ga bisa tidur, mending saya merelakan tidak melihat pemandangan “indah” para lelaki ganteng, daripada tersiksa semalaman. Memang heran juga saya dengan para backpackers, waktu menunggu Holly di lobby, iseng saya memainkan internet yang tersedia secara gratis melalui komputer hostel. Sebelah saya seorang lelaki bule yang cukup ganteng. Pikir-pikir mau flirting sedikit, namun begitu duduk disebelahnya, saya langsung ga bisa nafas karena doi bau badan banget. Oalaahh.. Untung Holly muncul dan saya bisa bilang bye-bye sama cowo kece namun prengus tersebut. Fiuh.

Malam di Hanoi…

Hanoi-Vietnam (26)Pemandangan West Lake di malam hari, cantiknya…

Saat malam tiba berjalan-jalanlah di sekitar West Lake. Namun jangan lupa membawa jaket karena udara akan terasa dingin menusuk. Saat saya di sana, saya lihat banyak sekali orang Hanoi yang membawa anjingnya untuk bermain-main di taman. Menurut Holly, memang setiap seminggu sekali mereka punya dog’s day, dimana masing-masing tuan akan membiarkan anjingnya bertemu satu sama lain. Wah, serunya! Bella, anjing milik Holly pun ikut sibuk berlari-lari, namun karena dia jenis puddle dan imut sekali, kami cukup khawatir ketika anjing-anjing besar berlarian mengejar dia.

Hanoi-Vietnam (27) Hanoi-Vietnam (25)

Buat saya, pengalaman di Hanoi bukan melulu soal melihat satu tempat ke tempat lain, namun lebih dari itu. Saya merasakan kehidupan sehari-hari Holly dan juga lebih laid back kali ini. Mungkin karena itu hampir akhir dari perjalanan saya selama 10 hari di Vietnam, rasanya ide yang masuk akal untuk lebih rileks sambil menyiapkan energi berikutnya untuk ke… Sapa!

Hanoi-Vietnam (6)Saya dengan Bella, si pudel imut-imut, milik Holly…

Cheers,
Dea Sihotang

Disclaimer

Advertisements

14 comments

  1. ya ampun… tuh kabel listrik parah banget ya,,kirain indonesia duank yg kabel listriknya melintang kesana-kemari,, ternyata vietnam lebih parah gardu listriknya.. seram banget tuh. tapi keren ya.. bangunannya kayak di eropa bo’…

    semoga suatu saat bisa ke vietnam juga.

    enjoy your traveling and kee writing Dea.

    Like

    • Iya, karena Vietnam itu dulu lama di jajah Perancis, makanya bangunannya semi european deh.. Tiang listrik ribet banget deh, sampe ada T-Shirt, tentang tiang listrik di Vietnam, hahaha, sayang ga beli waktu itu. Lucu banget sampe bisa jadi “trademark” sebuah negara 😀

      Like

  2. Wuihhh asik banget perjalanannya. Kemaren sempet mau masuk “Hanoi Hilton” (Hoa Lo Prison) tapi katanya ngeri. Abis liat foto2 di blog ini masih bisa ditolerensi ahh kengeriannya. Eh jangan2 foto yang serem gak dimasukkin? hihihi

    Like

  3. Beruntung banget saya bisa baca pengalaman Mbak Dea, jadi bisa buat referensi saya. Soalnya, saya belum pernah ke Vietnam dan besok Juli saya handle group wisatawan Indonesia ke Vietnam selama 6hari. Walaupun temen saya juga ada ada yg pernah ke vietnam, tapi dia ga pandai bercerita jadi saya ga bs dpt informasi yg saya pengen. Jadi secara ngga langsung terima kasih banyak sudah di share gini.. Nice info.. dan bermanfaat..

    Like

    • Hello Gatot, senang sekali kalau bisa membantu 🙂 Good luck ya untuk bawa groupnya ke Vietnam. You will love it, cuma hati-hati aja deh sama scammer yang ga penting 🙂 Let me know how is the journey yaaa 🙂 Cheers, Dea

      Like

    • Hai Ai, kamu mau ke Ha Long Bay? Dulu aku ikut yang day trip tour aja.. Jadi ga nginep di Ha Long nya… Btw, coba deh ke Ninh Binh, denger-denger itu tempatnya buaguss banget dan lebih bagus dari Ha Long Bay 🙂

      Like

  4. Iya mba Dea , q niatnya 3d/2 n di hanoi
    hari ke 1 q ikutin jejak mba Dea aja
    Hari ke 2 di halong bay
    hari ke 3 masih galau mw kemana (temen q yg asli ha noi nyaranin q pergi ke Yen Tu Pagoda) cuma g tw jaraknya jauh atw engga

    minta info kemarin di hanoi nginep di hotel mana ya mba ? pricenya berapa?
    trs enaknya sewa langsung di sana atw booking dr indo ?

    Ninh Binh , oohh q cr dulu refrensinya mba dea, hehehe
    Maaf banyak tanya

    Like

    • Hai Ai, iya gpp tanya-tanya, daripada nanti nyasar disana 😀 Di Hanoi aku nginep di Hanoi Backpacker Hostel waktu itu (ada di atas tuh ceritanya :P) bisa booking online atau langsung juga gpp. Kalau kamu mau better kaya gini :

      Day 1 : Keliling kota Hanoi (liat2 tempat wisata disana), malamnya ke Sapa naik kereta api (berangkat jam 9 malam, tiba jam 6 pagi di Sapa) – jangan lupa beli tiket keretanya dulu pas pagi/siangnya kamu di Hanoi.

      Day 2 : Jalan-jalan keliling Sapa, lalu balik lagi ke Hanoi naik kereta api, tiba di Hanoi pagi (Day 3).

      Day 3 : Langsung ngejar trip ke Ha Long. Aku lupa jam berapa waktu itu startnya, tapi coba googling dulu, kali aja ada yang pas waktunya.

      Tapi emang itinerary ini mefeet banget kalau kamu terbangnya Day 3 juga. Lalu pasti capek banget sih 😛

      Atau seperti plan kamu aja, Day 3 nya leyeh-leyeh cuci mata di Hanoi 🙂

      Like

  5. q sudah lihat sapa Mba Dea , mungkin next time hehe, q ngejar ke laos ma negara lain hehe
    heheh iya mepet neh dan biayanya juga ngepres hehehhe
    mba dea ada Fb atau kontak person ? kadang q g tw klo mba dea sudah bls komen q disini heheh
    Hanoi Backpacker Hostel itu biaya / mlm berpa y mba ? g nemu harganya hehehe
    10 hari di vietname , mantap mba q cm di sediain 3 hari tiap negara huhuhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s