Sejam Siaran bersama iRadio

Masih terbawa euphoria perasaan setelah siaran pagi ini, saya rasanya ingin cepat-cepat menorehkan tulisan di blog ini untuk berbagi rasa kepada kamu tentang apa yang saya alami saat di beri kesempatan untuk menjadi narasumber iRadioKeliling, sebuah program siaran radio pagi oleh iRadio, 89,6FM, Jakarta. Sejam siaran bersama iRadio. Senangnya!

 

Waktu kak Chan dari Travel Bloggers Indonesia, what’s app saya dan bertanya apakah tanggal 27 Maret nanti saya bisa isi siaran di iRadio sebagai narasumber Travel Blogger, saya tanpa pikir panjang langsung saja bilang bisa. Baru kemudian saya tahu kalau acaranya adalah hari Jumat, jam 9 pagi. Saya kan kerja! Wah… saya musti bilang apa ke kantor. Padahal kalau bukan untuk urusan “jalan-jalan beneran” saya paling anti untuk ambil cuti. Tapi saya belajar satu hal, setiap ada satu kesempatan di depan mata, langsung katakan iya dan beranikan diri untuk ambil kesempatan itu. Masalah nanti bisa atau engga, itu cerita lainnya. Ini persis dengan situasi ketika Dwika, telpon saya waktu nanya, kalau saya menang Get Stranded, saya bisa pergi traveling atau ga. Belum tau cuti akan di approve atau engga, saya langsung saja bilang, “Bisa!” Menurut saya, kesempatan itu jarang datangnya, jadi emang baiknya jangan disia-siakan kalau kesempatan itu datang.

 

Jadi saya bilang saja bisa ke kak Chan.

 

sejam-siaran-bersama-iradio-001Saya bersama Sandy dan Ayumi, penyiar dari iRadio.

 

Tepat sehari sebelum tanggal janjian ke iRadio, saya langsung buru-buru memasukan form cuti ke atasan saya. Dengan bergurau pak boss nanya ke saya, “Emangnya kamu masih punya jatah cuti, Dea?” Dengan masygul saya cuma bisa bilang, “Masih dong pak, kan sekarang tahun 2015…” Walau dalam hati saya tau, cuti saya udah minim karena tahun kemarin, saya kebablasan sampai minus 6 hari. Otomatis yang tahun ini seharusnya dapat 18 hari, jadi cuma 12 hari *hapus air mata* – Tanpa banyak tanya lagi, dese langsung tanda tangan form cuti saya. Saya pun loncat-loncatan walau mata sedih liat kalender. Emang deh, masalah cuti tuh pelik bener buat pekerja buruh macam eyke.

 

Dan kemarin ada sebuah pesan masuk ke handphone. “Gengs, besok staff meeting ya, jam 9.30 on time.” Weks! Saya kan sudah cuti… Ya sudahlah. Cewek ini (saya) emang terkenal keras kepalanya. Jadi saya tetap dong jalan ke iRadio yang bertempat di Gedung Sarinah Lantai 8. Masalahnya, saya itu orang yang susah tidur cepet. Ditambah dengan perasaan deg-degan karena mau siaran dan suara saya akan di dengar ratusan bahkan ribuan orang seluruh Indonesia, saya makin-makin tambah grogi abis. Yang ada mata nyalang terus semalaman. Mikir, gimana kalau suara saya terbata-bata pas disodorin mike buat ngomong.. Yawasalam deh…

 

Untungnya saya sampai Sarinah baru pukul 8 lewat. Janjiannya kan jam 9. Jadi masih ada waktu untuk pesan secangkir Cappuccino dulu biar bikin mata melek dan hirup nafas dalam-dalam supaya ngilangin perasaan nervous. Pas udah mau pukul 8.30, naiklah saya ke atas. Aldy ternyata udah sms saya, mungkin dia khawatir saya stuck di lift atau ga jadi dateng. Hahaha.

 

Begitu sampai di iRadio, saya langsung di sambut sama Sandy PAS Band. Yaowoh, maaf ya, selama ini saya ga ngikutin perkembangan musik dan radio di Indonesia, jadi bener deh, saya cupu bener – awalnya ga’ tau siapa mas dan mbak yang nyapa saya ini. Yang penting buat saya mereka ramah-ramah dan santai-santai banget. Later on, saya baru tau, bahwa mbak yang jadi penyiar satu lagi adalah Ayumi (pisssss). Nah kesantaian mereka berdua memberikan dampak positif buat saya yang newbie banget dalam soal siaran radio. Saya jadi pura-pura santai, dan akhirnya beneran jadi enjoy banget acara siaran tadi.

 

Sempat gelagapan karena ternyata mereka minta detail info… macam bagaimana cara menuju ke Ujung Kulon (karena Ujung Kulon lah tema yang saat ini sedang dipromosikan). Penginapan di sana, tempat-tempat yang di tuju, biaya, makanan khas dan lain-lain. Saya harus bisa mendeskripsikan dengan detil sehingga menarik minat pendengar untuk pergi ke Ujung Kulon. Sebenarnya sih semua pertanyaan itu wajar saja, karena radio itu kan tidak ada bentuk visualnya. Jadi pendengar hanya mendengarkan apa-apa saja yang di katakan penyiar dan otak mereka lah yang berimajinasi. Perlu deskripsi lengkap agar mereka mengerti apa yang saya ucapkan, dan terlebih lagi, terinspirasi untuk bisa jalan-jalan. Rasanya sayang memang, kalau kita sebagai warga negara Indonesia, hanya mendengar saja bahwa Indonesia itu indah, tanpa pernah benar-benar melihatnya secara langsung.

sejam-siaran-bersama-iradio-002

Waktu satu jam pun berlalu dengan cepat. Saya kok jadi betah dan ga kepikiran kalau siaran ini harus selesai. Bahkan kita kelewatan beberapa menit. Untung aja penyiar berikutnya ga memberang karena kita “makan” waktunya dia sedikit. Saya menarik nafas panjang ketika siaran telah selesai. Sehabis salaman dengan Sandy – lupa salaman dengan Ayumi, karena dia menghilang entah kemana. Terus ngobrol-ngobrol sebentar sama Aldy, berlalulah saya dari iRadio setelah pamitan sama mbak Donna dan mas Yan yang baik-baik banget. Saya suka atmosphere kerja di Radio seperti ini. Kerja tapi rasanya seperti tidak kerja saja ya. Saya pun kagum dengan ketepatan waktu dan perubahan mood yang cepat yang mereka tampilkan. Dari santai-santai ga jelas dan bikin-bikin kopi, begitu harus on air, mereka langsung pasang tampang serius. Serius ngocol. Menarik banget buat saya saat memperhatikan profesi mereka ini.

 

Tips dari saya buat kamu yang mungkin juga akan jadi narasumber di Radio adalah…

1. Tidur yang cukup ; ini perlu lah, kalau engga kamu ga akan bisa fokus. Pokoknya usahain tidur. Tidur itu berpengaruh sangat kepada mood kita.

2. Kuasai apa yang ingin kamu bagikan ; Kalau pengalaman kamu kurang detil, coba aja gunain mbah Google buat bantu-bantu kamu punya informasi tambahan.

3. Relax ; bilang aja kamu bisa kepada diri kamu sendiri. Nanti otak akan kirimkan pesan ke jiwa kamu. Bisa bisa, kita pasti bisa kok. Santai bae.. Nah kalau udah relax, segala sesuatunya akan mengalir dengan baik.

 

Udah itu aja…

sejam-siaran-bersama-iradio-003

Buat sebagian orang, siaran di radio atau jadi narasumber sebentar di radio, mungkin terdengar biasa saja. Tapi buat saya, hal tersebut merupakan suatu kesempatan luar biasa. Pengalaman pertama yang mendebarkan. Suatu hal yang menyenangkan. Terima kasih tak terhingga kepada komunitas Travel Bloggers Indonesia yang banyak memberikan saya kesempatan positif dan kepada kak Chan yang udah berbaik hati nanya ke saya. Semoga next time, saya di undang lagi buat ngobrol-ngobrol di iRadioKeliling.

 

Salam Ransel!
Dea Sihotang

Disclaimer

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s