Book Review : The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared

book-review-the-100-year-old-man-who-climbed-out-of-the-window-and-disappeared

Saya baru saja menyelesaikan sebuah buku yang luar biasa menakjubkan buat saya. Lucu. Lucu sangat malah. Walau bukan sekedar komedi murahan yang didedikasikan untuk mengguncang perut pembaca tanpa makna yang berarti. Buku ini beda. Penulisnya yang berasal dari Swedia memang patut diacungin jempol. 4 jempol kalau bisa!

 

Buku ini sebetulnya telah menjadi best seller dari setahun lalu. Cetakan pertamanya saja Mei 2014. Tetapi waktu pertama kali melihat buku ini di salah satu toko buku di Jakarta, hati saya sedikit ragu-ragu karena ceritanya seperti cerita mustahil yang mengada-ngada. Masa ada manusia yang berumur 100 tahun dan memanjat jendela? Manusia yang berumur 100 tahun saja sudah luar biasa. Apalagi dia bisa memanjat jendela? Ahh luar biasa. Apalagi di bilang si orang tua tersebut menghilang, mungkin jatuh, lalu cerita selesai. Ahh tak menarik. Salah satu cerita yang mustahil.

 

Betul! Ternyata setelah saya membacanya cerita di dalamnya memang mustahil sekali!

 

Namun yang hebatnya dari Jonas Jonasson, sang pengarang buku adalah bagaimana dia memadukan kemustahilan demi kemustahilan menjadi sebuah cerita yang antara satu dan lainnya terlihat masuk akal dan menyatu! What a great author! Saya saja menggeleng-gelengkan kepala berkali-kali ketika fakta demi fakta disampaikan sang pengarang. Belum lagi harus mengambil jeda panjang karena saya tertawa terbahak-bahak akan kegilaan dan kekonyolan dari fakta-fakta kecil yang sangat-sangat masuk akal!

 

Jadi apa sih sebetulnya isi buku itu? Betul-betul tentang orang tua… yang memanjat jendela???

 

Iya betul.Dia memang memanjat jendela. Tetapi itu baru awalnya. Karena cerita selanjutnya malah berkaitan dengan bom atom dan nama-nama bahan untuk membuatnya. Skip banget otak saya waktu baca nama-nama yang tidak saya mengerti.

 

Tokoh utama dari buku ini adalah seorang berumur 100 tahun yang bernama Allan Karlsson. Orang ini memang istimewa, karena pada saat seluruh warga kota hendak merayakan ulang tahunnya yang keseratus, malam sebelumnya dia malah loncat dari jendela dan berjalan tertatih-tatih ke sebuah stasiun bis. Petualangan tidak berhenti di situ, karena dia bertemu dengan seorang anak muda slengean yang kebelet pipis dan minta tolong Allan untuk menjaga kopernya. Sayang bis tiba-tiba datang, Allan pun tidak ingin ketinggalan bis tersebut. Entah naluri apa yang dia miliki, namun karena diminta untuk menjaga tas tersebut, Allan betul-betul menjaganya hingga memutuskan untuk membawa koper tersebut bersama dia ke dalam bis yang akan membawa Allan ke… entah.. Mana saja katanya kepada pak supir. Yang penting cukup dengan uang 50 krona yang dimilikinya. Koper itu lah awal mula pengejaran terhadap Allan dilakukan. Bukan hanya oleh si pemuda, tapi oleh berbagai macam pihak.

 

Yang hebatnya dari cerita di buku ini adalah ide-ide yang dimiliki Jonasson untuk memadukan cerita demi cerita sehingga semuanya terdengar tepat berurutan dan masuk akal. Bayangkan saja apa saja yang terjadi selama 100 tahun bagi seorang manusia? Tepat! Allan diceritakan telah lahir pada Perang Dunia II dan mengalami peristiwa-peristiwa besar saat abad keduapuluh!

 

Terlihat sekali dari buku ini bagaimana pengetahuan Jonasson terhadap sejarah dunia begitu luaaasss. Ternyata dia adalah mantan seorang wartawan dan telah bekerja lebih dari dua puluh tahun di media, surat kabar dan televisi (pantas saja!).

 

Saya suka sekali pesan yang hendak dia sampaikan ke generasi muda dalam wawancara dengan penulis yang terdapat di lembar akhir buku : “Kepada generasi muda, saya ingin mengatakan bahwa hidup adalah petualangan yang sangat layak dijalani dan bahwa kalian belum melihat apa-apa!”

 

Sikap santai Allan akan menjadi poin berharga yang akan terus saya ingat dari buku ini. Walau sebagai orang Indonesia, saya cukup bersedih ketika Indonesia disebutkan dalam petualangan Allan Karlsson. Disebutkan tidak apa-apa sih, tetapi Indonesia tetap dicerminkan sebagai negara yang korup dan apa saja bisa dibeli dengan uang. What could we say? Tapi bayangin, ini orang dari Swedia sana, negara yang nun jauh disana yang nulis rasanya tuh…

 

Namun, saya suka sekali buku ini! Tidak ada momen yang paling membuat saya tertawa lebar ketika Allan hendak mendarat di bandara Bali lalu saat dimintakan ijin oleh pihak petugas, dia hanya berkata dengan kalem, “Nama saya SERATUS RIBU DOLLAR.” Lalu terdengar bisik-bisik tetangga sesaat, lalu sebuah pertanyaan ulang “Siapa?” “Seratus Ribu Dollar” hening sesaat, lalu orang tersebut mengulang kembali, “Siapa?” Akhirnya Allan berkata, “DUA RATUS RIBU DOLLAR” Hahaha!!!

 

Pasti penasaran dengan buku ini kan? Take your time. Buku ini betul-betul worth to read. Dan saya ga pernah menyesal membaca buku ini.

 

Cheers,

Dea Sihotang

Disclaimer

Advertisements

5 comments

  1. Hahhaa bisa jadi, soalnya emang bukunya tebel banget ya. Mungkin karena 100 tahun itu umurnya, jadi banyak banget yang udah dialami. Yang keren sih gimana si penulis bisa nyambung2in dari satu bagian sejarah ke bagian lain. Ihhh, pinter banget! Macam tiba2 Stalin meninggal pas dia lagi di depan si anak pemimpin Korea Utara, hahahaa… Pas banget timing2nya. Gw ga bisa bayangin gimana dia bikin konsep awal story linenya…

    Udah baca bukunya yang kedua? Gw lagi pengen cari sih katanya udah ada di Gramed 🙂

    Like

  2. Yang kedua belum baca. Tapi banyak yang bilang gak sebagus 100 year old man. Film nya dah keluar kan. Tapi bahasa Swedia. masih nyari belum ada yang pake subtitle Inggris. masa harus belajar bahasa Swedia dulu. hahha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s