Kupang, si Kota Wisata yang Belum Terlirik

Tidak pernah sebelumnya terpikir bahwa kaki ini akan melangkah menuju kota Kupang. Mungkin karena Kupang yang terletak jauh melewati pulau Bali. Memang sebelumnya aku selalu berpikir bahwa untuk mengunjungi daerah Indonesia Timur, akan sangat disayangkan jika hanya meluangkan waktu sebentar. Karena itu aku selalu menunggu waktu yang tepat untuk dapat mengunjungi kota kapital dari Nusa Tenggara Timur ini.

 

Untung saja kesempatan itu datang, ketika seorang teman dari Travel Bloggers Indonesia menyampaikan undangan dari ASITA NTT. Sebuah lembaga asosiasi travel agencies di NTT. Tanpa rasa ragu, aku pun langsung menyampaikan kesediaan untuk mengikuti program menjelajah Kupang dari tanggal 20-24 November 2015 kemarin. Aku bersama dengan 8 orang travel bloggers lainnya.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (4)
Bersama ASITA NTT dan Travel Bloggers Indonesia saat Car Free Day di Jl. El Tari, Kupang,

 

Situasi kota Kupang saat itu memang terasa sangat panas. Di saat beberapa tempat di pulau Jawa sudah mulai adem dengan hadirnya hujan, kota di Nusa Tenggara Timur ini terlihat terang benderang dengan sinar matahari yang terlihat begitu menyengat. Perjalanan kami menjelajah kota Kupang pun di mulai. Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Kota Tua, yang terletak bersebrangan dengan Teluk Kupang.

 

Mural Art Street

Tempat ini dianggap oleh masyarakat lokal adalah sebuah tempat yang biasa saja. Bahkan mereka tidak pernah terpikir bahwa ini adalah sebuah spot yang cukup keren! Ketika kami tiba di tempat ini, warna warni mural art yang terdapat di temboknya langsung menyita perhatian kami. Kontan saja ide demi ide untuk berpose muncul di kepala kami sambil membayangkan spot-spot mana yang akan terlihat instagramable banget, maklum, kami semua memang penggila photo. Secara jujur, bagiku mural art street ini memang terlihat keren! Lokasinya yang rada-rada kurang terawat namun cerah ceria, memberikan kesan bahwa kami sedang berada di dunia wild wild west.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (19) Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (20)Tepat di sebrang s ini, yang ternyata adalah sebuah bar lokal, terlihat banyak warung-warung pinggir pantai yang biasa mulai menjual makanan menjelang sore hari. Terlihat juga banyak ibu-ibu penjaja mangga dan madu. Mangga memang cukup banyak terdapat di Kupang.

 

Gua Kristal

Terletak di desa Bolok yang dapat di capai dengan berkendara dari Kupang selama kurang lebih 30 menit, gua Kristal ini merupakan suatu tempat yang sangat istimewa. Waktu terbaik untuk mengunjungi gua Kristal adalah pukul 12 siang, dimana sinar matahari akan masuk ke dalam gua melalui celah-celah batu. Sinar tersebut akan memberikan efek menarik saat kita berphoto di dalam gua. Di dalam gua Kristal sendiri terdapat sebuah kolam air payau yang terlihat begitu jernih berwarna biru transparan. Berenang-renang di dalamnya adalah mungkin, karena masyarakat lokal biasa mendatangi tempat tersebut untuk berenang dan bermain. Namun perlu kehati-hatian ekstra saat hendak masuk ke dalam gua, karena kita harus melewati bebatuan yang licin.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (2)
Photo oleh Valentino Luis

Satu hal yang disayangkan dari indahnya gua Kristal adalah bagaimana terdapat banyak coretan-coretan dari tangan-tangan iseng di batu gua. Padahal, umur bebatuan tersebut mungkin sudah ratusan tahun! Memang selalu menjadi ironi dari generasi muda adalah bagaimana kurangnya keperdulian akan kelestarian alam dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang mereka lakukan, seperti vandalisme tersebut. Bukan hanya itu, banyak terlihat sampah berserakan dimana-mana. Padahal jika dibenahi, gua Kristal yang unik pasti bisa menjadi spot wisata andalan kota Kupang berikutnya.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (10)
Sayang sekali tempat seindah ini di coret-coret oleh tangan-tangan iseng…

 

Pantai Tablolong

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (13)
Keindahan pantai Tablolong.

Bicara soal keindahan pantai-pantai di Nusa Tenggara Timur, seakan tidak akan pernah ada habisnya. Salah satunya adalah pantai Tablolong. Sebuah tempat indah yang bisa menjadi tempat sempurna untuk menikmati keindahan matahari terbenam. Pantai Tablolong yang terletak di desa Tablolong, Kupang Barat, berjarak sekitar 30 km dari kota Kupang. Pasirnya yang putih bersih serta empuk untuk di injak, terlihat begitu mempesona dengan garis pantainya yang panjang. Di sekitar pantai terlihat rumah-rumah para nelayan. Saat langit biru mulai berubah warna menjadi jingga, kami pun memilih tempat terbaik untuk menunggu atraksi langit yang akan muncul beberapa saat lagi. Matahari terbenam di pantai Tablolong memang terlihat dramatik gila-gilaan! Matahari terlihat begitu bulat dan penuh oranye kemerahan. Hampir seperti merah membara. Lalu dia perlahan mulai turun, mencoba menghilang dari pandangan mata kami, hanya meninggalkan sebuah kenangan yang manis. Kalau kamu ke Kupang, put Tablolong beach on your list!

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (11)
Pemandangan matahari terbenam di pantai Tablolong.

 

Rumah Sang Maestro Sasando

Kesempatan emas untuk bisa bertemu langsung dengan bapak Jeremiah Ougust Pah, seorang maestro Sasando, alat musik dari Rote, merupakan suatu hal yang sangat aku tunggu-tunggu. Setelah melihat profil bapak Jeremian di salah satu channel tv swasta, aku pun penasaran dengan beliau. Mengapa alat musik dari Rote berada di Kupang? Selain karena letak Rote yang berdekatan dengan Kupang, namun juga karena bapak Jeremiah berasal dari Rote. Bapak Jeremian mempunyai misi untuk dapat memperkenalkan musik Sasando bagi generasi berikutnya. Di rumah bapak Jeremiah yang terletak di pinggir jalan raya dan terlihat sederhana, dapat ditemukan berbagai macam plakat dan piagam penghargaan atas karya-karya musik Sasandonya. Di samping rumah utama, terdapat bengkel pembuatan alat musik Sasando dengan berbagai ukuran.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (8) Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (7)

Sayang memang kami tidak bisa berlama-lama di tempat bapak Jeremiah, karena saat itu kami harus melanjutkan perjalanan ke Timor Tengah Selatan. Namun kami sempat mendengarkan beliau memainkan musik Sasando, bahkan anaknya juga memainkan musik Sasando yang telah dikreasikan menjadi lebih modern dan dapat memainkan berbagai macam lagu-lagu pop modern.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (17) Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (16) Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (18)

 

Car Free Day di kota Kupang

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (6)Ternyata seperti di Jakarta, di Kupang juga sudah ada Car Free Day! Yayyy!! Bertempat di Jalan El Tari, terlihat masyarakat kota Kupang mulai memadati jalan tersebut untuk berolahraga. Beberapa komunitas juga ikut meramaikan kegiatan Car Free Day, seperti anak-anak Sekolah Dasar yang sedang melakukan senam bersama, lalu peresmian kegiatan olahraga bersama para penyandang cacat, anak-anak muda yang sedang belajar dance, pemuda-pemudi choir yang menjajakan minuman dingin untuk penggalangan dana, anggota-anggota penggiat Zumba dengan lantunan music aerobik dari alat pengeras suara mereka, serta masyarakat umum yang berjalan-jalan santai sambil membawa anjing-anjing peliharaan mereka, tidak lupa juga ASITA NTT ikut meramaikan . Orang-orang terlihat happy dan menikmati kegiatan car free day. Selain car free day berfungsi untuk menanamkan kebiasaan berolahraga pada masyarakat kota Kupang, acara ini juga bisa menjadi ajang untuk berkumpul bersama teman-teman dan sanak keluarga.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (14)

Si Bemo yang Relijius nan Meriah

Hal menarik lainnya yang harus dicoba di kota Kupang adalah menaiki Bemo. Angkutan dalam kota, yang terlihat berwarna-warni dengan banyaknya figur gambar Tuhan Yesus sebagai dekorasi interior mobil mereka ini merupakan salah satu ciri khas kota Kupang. Jangan kaget jika mendengar musiknya yang hingar bingar dan memekakan telinga. Itu juga menjadi ciri khas dari Bemo ini. Sekilas aku jadi teringat dengan Jeepney yang berada di Manila, Filipina. Jeepney juga penuh berhiaskan dengan gambar-gambar relijius. Namun jarang terdengar musik kencang dari Jeepney, seperti layaknya Bemo. Definitely perlu di coba ya untuk naik Bemo ini biar merasakan gimana serunya.

Kupang-Kota-Wisata-Belum-Terlirik (1)
Salah satu bemo yang aku lihat di Kupang…

Masih banyak hal-hal menarik lainnya yang ada di kota Kupang maupun disekitarnya, yang akan aku ulas di artikel berikutnya.

 

Cheers,
Dea Sihotang

Disclaimer

 

Advertisements

9 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s