Porto dan kesanku tentangnya

Kalau kamu dengar tentang Portugal, apa yang akan kamu bayangkan?

Tentang Christiano Ronaldo kah? Atau tentang sejarahnya bertautan dengan Indonesia?

Buatku, Portugal indentik dengan negara panas yang penuh dengan dinding-dinding keramiknya. Waktu itu, kakakku pernah mengirimkan pesan bahwa dia sedang di Portugal, menikmati bir di outdoor cafe, saat bulan February yang notabene biasanya masih terkategori bulan dingin di Perancis. Portugal yang terletak di Selatan Eropa, memang terkenal dengan cuacanya yang “selalu” lebih panas dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat, sehingga negara ini menjadi destinasi favorit untuk orang-orang Eropa dan juga dunia. Banyak juga anak-anak muda Eropa yang datang ke Lisbon, ibukota Portugal, untuk backpacking, party dan juga menikmati pantainya, karena Portugal memang terkenal sebagai destinasi murah meriah untuk para backpacker Eropa.

“Any Portuguese town looks like bride’s finery – something old, something new, something borrowed, something blue.”

Aku ke Portugal menggunakan bus Flixbus. Cukup gila-gilaan juga rasanya waktu aku memutuskan untuk pergi ke Porto, kota terbesar kedua di Portugal dari Paris. Pasalnya, dengan Flixbus, kira-kira membutuhkan 25 jam perjalanan sekali jalan. Iya, 25 jam di bus! Sekali jalan! Wah, aku cukup kaget juga dan ragu-ragu waktu mau menukarkan voucher ticket bus ku untuk trip Paris – Porto. Tapi akhirnya, karena aku penasaran sama Portugal, jadilah aku membulatkan tekad untuk melancong kesana, sendirian.

Portugal sebagai salah satu destinasi favorit turis dan backpackers seluruh dunia karena harganya yang affordable.

Gimana caranya ke Porto dari Paris?

Good news is, kalau kamu budget traveler macam aku, kamu bisa pertimbangkan untuk mengambil Flixbus Pass kalau hendak traveling ke Eropa.

Flixbus Pass ini singkatnya adalah 5 voucher ticket yang bisa kamu tukarkan untuk direct trip. Direct trip maksudnya adalah perjalanan tanpa transfer. Misalkan dari Paris ke Porto, ada yang pilihannya Direct (25 jam itu), berarti menggunakan 1 voucher. Ada juga yang Paris ke Porto, dengan transfer di Bayonne. Kalau begitu, maka akan dihitung sebagai 2 ticket, Paris ke Bayonne, lalu Bayonne ke Porto. Jadi pintar-pintarlah memilih direct trip supaya memaksimalkan penggunaan tiket.

Yang menguntungkan dari Flixbus Pass ini adalah harganya 99 Euro, untuk 5 voucher, dan bisa dipakai selama 3 bulan. Lumayan banget menurutku! Paris ke Porto saja sudah seharga 102 Euro saat tanggal keberangkatanku, lalu saat aku pulang dari Lisbon ke Paris, harganya juga 70 Euro. 2 voucher ini saja sudah lebih dari 99 Euro yang kubayarkan untuk Flixbus Pass. See?

Anyway, direct trip dari Paris biasanya dari Bercy Seine. Agak tricky juga mencari stasiun bus ini walaupun besar banget. Buat kamu yang ragu-ragu saat mencari lokasinya, tidak usah ragu untuk bertanya, karena saat kamu turun di stasiun Metro Bercy, biasanya kamu akan melihat orang-orang yang menggeret koper atau memanggul backpack, sehingga orang-orang sekitar Metro Bercy sudah paham akan banyaknya penumpang bus yang kebingungan saat mencari letak stasiun bus yang berada di dalam taman umum, di balik lapangan olahraga yang agak terkesan bronx banget dengan mural arts gravity nya.

 

Sampai dalam stasiun bus, langsung lah cari screen televisi di setiap Quai/Platform, disitu akan tertera dimana bus tujuan Porto berada. Cocokan dengan “Line bus” yang tertera di tiket. Jika belum ada, tunggu dulu sebentar, biasanya 15-30 menit sebelum jam keberangkatan, baru muncul informasi dimana quai untuk bus tujuan kamu.

 

Saat aku mengantri untuk masuk ke dalam bus, ada sebuah perasaan exciting dan juga aneh karena para penumpang bus kebanyakan berbicara bahasa Spanish atau Portugis. Hal ini otomatis membuatku merasa sudah berada di Eropa selatan saja, padahal masih di kota Paris. Berasa sedang menonton film-film telenovela ketika aku mendengarkan mereka berbicara. Bahasanya memang khas dan karakter orang-orangnya juga cukup ramai dan murah senyum – pssst, beda sekali dengan orang Perancis, hahaha.

 

Aku duduk bersebelahan dengan seorang perempuan Portugis yang selalu memberikan senyum jika kami bertatapan mata. Padahal dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris, seperti aku tidak bisa berbicara bahasa Portugis, namun selama 25 jam kami duduk bersama, kami selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan bahasa tubuh, atau sepatah-dua patah kata bahasa Inggris. Lumayanlah, kami juga jadi saling menjaga tas jika ingin ke toilet atau beli snack atau cukup komunikatif jika ingin bertanyat tentang sesuatu seperti, “Kita sudah sampai dimana ya?” End up dengan kami saling follow di Instagram. Hihihii.

 

Karena bus ku berangkat jam 8 malam dan tiba jam 8 malam keesokan harinya (timezone Portugal lebih lambat 1 jam dari Perancis), aku cukup tidak terlalu merasakan capeknya karena setengah perjalanan aku tertidur, jam nya pun jam malam, waktunya tidur.  Yang bikin capek adalah bus yang harus berhenti setiap 2-3 jam, karena alasan keselamatan dan untuk ke rest area, dimana kita bisa membeli snack, minum atau ke toilet, sehingga kami selalu terbangun. Juga kalau bus berhenti di perhentian-perhentian untuk menurunkan dan mengambil penumpang, kami juga jadi terbangun. Lalu tidur dengan posisi duduk memang bikin badan pegal kan?

 

Tapi akhirnya, aku sampai juga dengan selamat – bahkan selamat tiba kembali ke Paris, sehingga aku bisa menuliskan artikel ini, hahaa.

Disambut dengan indahnya sunset, wangi laut dan wine Porto, senangnya.

Porto Card

Hal pertama yang kulakukan ketika hendak mengeksplor Porto adalah ke kantor Central Tourist Information Office yang terletak di 25, Rua Clube dos Fenianos, Porto. Disini kamu bisa mendapatkan peta setempat dan membeli Porto Card.

Apa itu Porto Card?

Ini adalah kartu untuk transportation pass, free museums dan discount pass for museums. Bisa cek disini untuk tau lebih lanjut ya.

Jujur saja, aku cukup bingung saat memutuskan hendak membeli Porto Card atau tidak. Masalah utama saat tiba di negara baru adalah mencoba mencari tahu bagaimana sistem transportasinya, dan itu tidak mudah. Karena ragu aku akan mudah mempelajari sistem bus, tram, metro dari kota Porto, aku memutuskan untuk jalan kaki saja kemana-mana, plus biar sehat ya.

Untungnya mereka punya Porto Card untuk Walker (pejalan kaki), jadi aku ambil 2 Days Pass Walker Card, seharga 10 Euro. Dan hitungan 2 days mereka adalah 24 jam + 24 jam. Jadi kalau kamu aktifkan hari ini jam 1 siang, maka kartu akan tidak valid lagi 3 hari kemudian jam 12.59 siang. Harga Porto Walker Card ini setengah harga dari Porto Card dengan akses transportasi.

To be honest, jika ditanya apakah worth it Porto Card ini, jawabanku akan cukup ngambang. Worth nya adalah kita akan mendapatkan discount beragam di entrance fees museums-museums, tapi 11 free museums yang ditawarkan oleh Porto Card, kurang begitu menggairahkan menurutku.

Well, namun dengan 10 Euro, kalau kamu pergunakan semaksimal mungkin, tetap akan lebih murah memiliki Porto Card ini daripada bayar entrance fee dengan harga normal di setiap tempat.

 

Jangan lupa coba makanan ini saat di Porto!

Ok, siapa yang tidak tahu tentang Egg tart dari Portugal. Di Jakarta saja banyak bener yang jual Egg Tart di shopping mall, kan? Jadi, sudah lumrah jika aku kepengen banget nyobain langsung Egg Tart Portugal di negara asalnya, yumm yumm.

Tapi, hati-hatilah ketagihan!

Kue-kue di bakery setempat akan membuat kamu ngiler tak berkesudahan. Mereka punya banyak sekali kue-kue manis dengan ragam dan bentuknya yang luar biasa menarik. Seorang teman sudah memperingatkanku untuk hati-hati dengan asupan gula yang bisa tidak terkontrol, karena dessert-dessert menarik tersebut membuatku ingin mencoba semuanya. Untung perutku cuma satu ya, jadi kadang makan sebiji dua biji kue sudah membuatku begah.

 

Panada, Pastel dan Savory Cake lainnya

Nah ini cemilan yang berbahaya lainnya. Apalagi buat orang Indonesia yang biasanya suka banget sama gorengan. Kayanya ini gorengan versi Portugis. Harganya juga murah meriah dan bikin kenyang. Untuk menghemat, bisa juga ini jadi alternatif makan siang. Beli beberapa buah dengan kopi panas atau bir Super Bock, lalu duduk di luar cafe sambil people watching, mengamati mereka yang sedang berjalan-jalan dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang arsitik, rasanya, wihhh…

Yang menyenangkan dari negara Portugal adalah keramahan orang-orangnya. Mereka murah senyum dan cukup berkomunikatif, walau kita tidak bisa bahasa Portugis. Biasanya dengan mengucapkan “Hola” lalu “Obrigado” (terima kasih), sudah membuat mereka senang. Mereka juga biasanya bisa berbahasa Inggris, kalau tidak pun, gunakan jari untuk menunjuk mana yang kamu mau dan dia akan memberikan bill yang tertera angka yang harus kamu bayar. Beres…

Udah manis, si mbaknya ramah banget. Duh…

Mereka juga don’t mind jika kamu hanya membeli satu, dua buah kue dan kopi, lalu kamu menanyakan wifi password dan menggunakan toiletnya (ini sih yang biasa kulakukan, hahaha). Coba di beberapa negara Eropa lainnya, bisa ditendang kita karena lama-lama duduk atau belanja sedikit tapi pakai fasilitas ini itu – sedih ya, tapi emang begitu lah.

 

Sardines!

Beruntungnya aku saat temanku mengajak makan Sardines begitu aku sampai Porto. Hahaa, kok seneng amat sih jauh-jauh ke Porto makan Sardines? Soalnya ini bukan sembarang ikan sardines, ini salah satu masakan tradisional Porto loh! Memang karena letaknya yang berdekatan dengan laut Atlantik, makanan Portugis banyak terbuat dari ikan-ikanan dan seafood.

Karena Sardines merupakan makanan khas Portugal, mereka sampai gila-gilaan mengemas sardines dalam bentuk yang lucu-lucu sebagai souvenir.

Happy lah pokoknya disambut sama sunset indah, real Porto wine dan ikan cuek 😀

Makan sardine yang bener harus miring begini, katanya.

Franceshina

OMG, makanan ini antara iya dan tidak kurekomen. Boleh coba kalau penasaran karena ini memang terkenal banget dan banyak sekali orang-orang yang craving for this food. Tapi buatku, 1 porsi Franceshina lumayan bikin eneg banget, sampai aku jadi diare waktu itu.

Apa sih Franceshina?

Basically, ini seperti sandwich yang terdiri dari daging babi asap, steak beef, irisan daging babi olahan lainnya, keju di tengah, roti untuk atas dan bawah, lalu di cover dengan keju tebal dan disiram dengan kuah yang mengandung bir. Biasanya diatas roti ditambah lagi ceplok telor. Just too fatty and too much for me. Saranku sih, kalau penasaran, lebih baik pesan 1 porsi saja berdua, atau sehabis makan Franceshina, baiknya jalan kaki dulu 1-2 jam supaya makanannya turun dan kamu ga sakit perut. Well, makanan orang Eropa banyakan mengandung produk dairy sih.

 

Porto Wine!

Yippiieee, ini paling favorite ku deh. Untungnya teman ku punya toko wine, yang lalu hampir setiap hari mengajakku untuk minum wine. Hahaha, kesukaan! Aku ga terlalu ngerti-ngerti banget sih soal wine, tapi aku sudah mencoba wine dengan kategori yang keras mengandung alkohol, kurang keras, manis, ataupun lebih asam, ah semuanya menarik dan menyenangkan. Porto memang terkenal dengan winenya. Kalau kamu di Porto, bisa juga ikutan Wine Tour seharga 6 Euro, sayang, aku tidak ikut wine tour ini karena sibuk menjelajah museum-museum dan gereja-gerejanya, dan kebanyakan waktu habis karena nyasar, hahaha. Mungkin bisa jadi alasan untuk suatu saat nanti kembali ke Porto? Eaaaa.

 

My Highlight Sightseeing Places

Mari saat ini aku bagikan keindahan tempat-tempat di Porto yang kukunjungi. Lebih lengkap tentang What things to do in Porto, sebaiknya nanti kutuliskan di artikel terpisah saja ya.

Lucu banget kan, interior di Portugal kebanyakan selalu dipenuhi azulejos (keramik yang dilukis).
Clerigos Tower, kalau naik ke atasnya kamu bisa lihat Porto secara keseluruhan dari atas.
Tempat ini beneran ada, bahkan jadi inspirasi JK Rowling waktu membuat buku Harry Porter.

Well, gimana? Tertarik memasukan Porto ke travel bucket list kamu berikutnya? Aku aja kepengen balik lagi rasanya…

Cheers,

Dea Sihotang

Advertisements

8 comments

  1. Waaaah 25 jam perjalanan! Lama bgt ya. Aku suka bgt Porto. Menurut aku one of the prettiest cities. Sayang waktu aku kesana cmn bentar. Belum puas. Thanks dah ngingetin lagi betapa menawannya kota Porto. Harus balik lagi nih!!

    Liked by 1 person

    • Iyaaaa, parah emang. Tapi menyenangkan sih. Dan ternyata itu hal lumrah disini. Teman sebangkuku malah dia dari Antwerpen, jadi total-total dia naik bus 36 jam hahahaa. Aku juga sukaaa banget sama Porto, kepengen deh balik lagi kesana 🙂

      Liked by 1 person

  2. De, Porto is one of my bucket list when visiting Portugal. Tapi aku nyerah deh kalo harus 25 jam naik bus, hahaha. I’d prefer train. Masalahnya aku ini susah tidur di jalan, jadi daripada sampai di tempat tujuan dalam kondisi badan sakit atau bad mood, ya aku better spare more demi kenyamanan.

    Jadi Porto Walker Card itu nggak bisa dipakai buat angkutan umum ya? For me, naik angkutan umum itu adalah cara live like a local yang nggak tergantikan. Kalau mau dipelajari, pasti bisa kok. Apalagi sistem transportasi di Porto nggak seribet, katakanlah, sistem metro di Madrid 😀

    Liked by 1 person

    • Ehhh ada kak Nug, aku belum pernah ke Madrid kak, jadi ga tau sistem metro disana gimana. Tapi sistem transportasi di Portugal ga reliable bener. Plus di dalam bus dan halte kadang suka ga ada keterangan next stop nya apa or ini udah dimana. Jadi bener2 musti melek terus untuk mastiin kita ga salah turun. Aku coba sih transport di Lisbon, tapi ya itu, keder dan jadi banyak waktu kebuang, tapi nanti di artikel berikutnya kuterangin kenapa aku chose transport pass di Lisbon – stay tune yaks, hahaa…

      Soal Bus 25 jam, hahaha every penny matters here, dari Paris ke Porto aja one way bisa 102 euro naik bus :p Jadi naik pesawat juga bisa lebih mahal lagi – or kalau lucky ada promo, bisa aja dpt murah sih. Train ga ada dari Paris ke Porto…

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s