Quinta da Regaleira dan Sumurnya yang Penuh Misteri

Hari ini aku sudah berada di Perancis lagi, makanya ada waktu bisa untuk tulis blog lagi. Yippiee.

Untungnya trip di Eropa kali ini, cukup manusiawi lama perjalananya. Maksudnya, karena aku punya kakak yang tinggal di kota dekat Paris, jadi setiap kali aku pergi ke suatu negara selama beberapa hari, aku akan kembali lagi ke rumah kakakku dan itu bisa mengobati rasa homesick selama bepergian dan jauh dari keluarga.

Entah karena aku sudah mulai tua, atau jalan-jalan terlalu lama sendirian jadi mulai terasa membosankan #eaaaaa

Tetapi keputusan mendadak untuk datang ke negara Portugal tidaklah kusesali sama sekali.

Pasalnya, aku masih punya 2 vouchers Flixbus saat itu yang bisa kupergunakan ke destinasi manapun asalkan direct trip (nanti ku tulis soal Flixbus ini di artikel lain ya). Awalnya aku kepikiran untuk pergi ke Belanda, karena di negara tersebut aku punya cukup banyak teman yang bisa menampungku.

Namun ada rasa enggan untuk pergi ke negara mahal tersebut. Pertama, karena memang negaranya mahal. Untuk transportasi harian saja, hanya khusus kereta, memerlukan dana sebesar 19 euro. Itu belum termasuk bus, metro, tram yang kemungkinan saja harus dinaiki.

Lalu, aku sudah dua kali ke Belanda. Memang sih, aku belum mengunjungi semua tempatnya, namun tetap saja, rasa ketertarikan untuk kesana saat ini cukup berkurang, apalagi dalam trip ke Eropa kali ini pun aku sudah sempat kesana, walau hanya weekend trip.

Portugal lah yang lalu muncul dalam pikiranku.

Awalnya karena aku teringat akan seorang teman yang mengundangku ke tempatnya jika aku ke Portugal. Porto adalah destinasi pertamaku di negara ini, namun saat ini aku ingin bercerita tentang perjalananku ke Sintra, sebuah kota yang dulunya merupakan sebuah resort untuk keluarga-keluarga kaya Portugis dan terletak di ketinggian 175 meter dari permukaan.

Bagaimana menuju Quinta da Regaleira dari Lisbon?

Aku tinggal di kota Lisbon selama mengunjungi kota ini. Tepatnya di Travessa Amoreira. Sebuah area yang cukup sepi dan jauh dari keramaian. Walau jalannya berundak-undak, namun aku bahagia sekali bisa tinggal di tempat ini selama beberapa hari.

Aku memutuskan untuk ke Sintra pada hari Sabtu, 28 Juli 2018. Untungnya walau di Sintra ramai, karena ini musim panas dan Lisbon adalah salah satu destinasi favorite untuk para pelancong dari Eropa, namun tidak seramai yang kubayangkan sehingga penuh sesak. Mungkin karena Sintra cukup besar dan areanya sangat luas, jadi mau sebanyak apapun orang, tetap masih ada ruang bernafas.

Dari Travessa Amoreira, aku menggunakan bus untuk menuju ke Stasiun Kereta Rossio (baca tentang artikel bagaimana berkeliling di Portugal di artikelku berikutnya ya). Biaya naik kereta dari Rossio ke Sintra cukup murah, hanya 2,25 Euro sekali jalan. Biasanya kereta ada setiap setengah jam sekali,  namun kalau kamu hanya melakukan day trip ke Sintra dari Lisbon, sebaiknya jangan pulang terlalu malam. Summer kali ini, matahari bersinar sampai sekitar pukul 10 malam, saranku sebaiknya selambat-lambatnya pulanglah kembali ke Lisbon sebelum pukul 10 malam, karena kalau kamu belum hapal rute transportasi, berjalan malam-malam di kota Lisbon akan membuat kamu keder soal musti naik apa untuk mencapai tempat penginapanmu.

Begitu tiba di Sintra, akan banyak sekali orang yang menawarkan jasa transportasi, seperti di Indonesia saja, namun penampilan dan gaya mereka jauh lebih keren dan tidak memaksa sih. Banyak juga tawaran tur-tur pribadi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan kalau kamu ada budget supaya perjalanan kamu lebih maksimal. Buatku, aku lebih suka jalan kaki untuk melihat situasi kota dan merasakan suasana energinya, plus menuju Quinta da Regaleira hanya dibutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki dari stasiun kereta.

Untuk beberapa tempat di Sintra, masih bisa dicapai dengan berjalan kaki, namun untuk tempat-tempat yang jauh, macam Pena Palace, sebaiknya naik bus saja karena jalannya cukup menanjak dan jauuuh dari stasiun kereta.

Tips :

  • Ketika tiba di stasiun, coba cek berapa lama kereta ke Sintra akan berangkat, sebaiknya 15-20 menit sebelumnya sudah tiba di stasiun dan jika kereta sudah ada, langsung saja pilih tempat duduk. Karena Sintra merupakan salah satu destinasi favorite, jadi banyak sekali penumpang saat ku disana, sehingga aku tidak dapat tempat duduk. Tidak masalah sih, karena perjalanan hanya maksimal 45 menit, tapi lumayan juga kalau bisa duduk – apalagi nanti kamu akan banyak jalan kaki.
  • Bergegaslah ke gerbong terakhir ketika kereta sudah hampir tiba ke Sintra, karena ternyata padatnya penumpang membuat antrian keluar dari stasiun cukup panjang. Kalau kamu berada di gerbong terakhir, otomatis kamu akan turun duluan dan bisa skip antrian yang panjang sekali itu.
  • Jika ingin naik bus, keluar dari stasiun kereta, kamu bisa ke sebelah kiri dan disitu akan terdapat halte bus untuk beberapa jurusan. Ada peta juga yang memudahkan kamu menentukan mau kemana dulu. Untungnya bus di Sintra tidak terlalu banyak destinasi/nomornya, jadi kamu tinggal ikuti saja peta, bus mana yang harus digunakan untuk mencapai tempat yang mau kamu tuju.
  • Bus yang biasa dinaiki oleh para turis adalah bus 434 dengan biaya sekali jalan 3,90 Euro, atau satu circuit (pergi ke Pena Palace dan Moorish Castle lalu kembali ke Stasiun Kereta) adalah sebesar 6,90 Euro. Saranku ambil yang circuit ini saja jika kamu tidak punya banyak waktu.

 

Kemisteriusan Quinta da Regaleira

Tempat ini merupakan highlight perjalananku di Sintra. Jujur saja, sebelum aku tiba di Quinta da Regaleira, kupikir aku hanya akan menghabiskan waktu sebentar saja disini. Namun, palace ini ternyata besar banget! Palace ini dibangun oleh pemilik awalnya yang bernama Viscountess of Regaleira, seorang keluarga kaya dari Porto, lalu di beli dengan seharga 25.000 reis tahun 1892 oleh Antonio Augusto Carvalho Monteiro, yang kemudian bersama dengan seorang arsitek, Luigi Manini, memenuhi tempat ini dengan simbol-simbol yang sesuai dengan ideologi dan ketertarikannya. Lalu tempat ini dijual lagi, hingga terakhir di beli oleh Aoki Corporation dari Jepang, sampai kota Sintra kemudian membeli tempat ini pada tahun 1997 dan membukanya untuk kunjungan publik, lalu sekarang menjadi Unesco Heritage.

Pemandangan kota Sintra

Awalnya, aku berpikir hanya membutuhkan sejam-dua jam untuk keliling tempat ini. Nyatanya, hampir saja 4 jam aku habiskan di tempat ini tanpa sadar! Dan itupun, aku merasa belum semuanya kulihat 😦

 

Memang selalu ya, rencana dengan kenyataan bisa berbanding terbalik. Tetapi aku tidak menyesal. Banyak orang yang menulis untuk berkeliling Sintra dan bisa mengunjungi 3-4 tempat. Aku ga kebayang sih. Apakah mereka menikmati semaksimal mungkin? Karena tempatnya luaaasss sekali! Ga enak juga kalau jalan-jalan di buru-buru hanya demi photo dan target kunjungan kan. Makanya aku juga lebih suka jalan sendiri, soalnya bebas untuk jalan-jalan kemana aja.

Tapiiii, sedihnya ya suka ga ada yang motoin kalau pergi sendirian, hiks. Tongkat selfie lagi tongkat selfie lagi.

Gang-gang kota Sintra yang unik dan sangat tua, lihat saja jalanannya.

Salah satu hal yang membuat aku ingin ke tempat ini adalah Initiation Well nya yang luar biasa unik dan menarik. Initiated well ini adalah sebuah sumur yang dibangun underground secara panjang ke bawah. Sumur ini bukan merupakan sumber air, melainkan dulunya digunakan untuk upacara seperti upacara inisiasi Tarot. Dari Sumur ini menuju keluar dihubungan dengan terowongan yang terlihat unik dibuat dengan batu-batunya yang masih terlihat kasar. Hati-hati saat melangkah disini, mungkin saja ada kelelawar atau laba-laba yang sedang berjalan-jalan di tembok, walau terowongan terlihat sangat bersih dan terasa lembab.

Hore, aku akhirnya ke tempat ini!

Sumur yang menakjubkan ini juga tidak terlihat sebagai sumur dari luar. Bentuknya seperti gundukan bangunan biasa saja sehingga saat aku berusaha untuk mencari sumur ini, aku tersesat dan sudah melewati gundukan bangunan ini berkali-kali, tanpa menyangka dengan masuk ke dalamnya, maka kita akan menemukan sumur dengan tangga spiralnya setinggi 27 meter ke bawah. Dikatakan bentuk bangunan dan jumlah anak tangganya terkait dengan mistisisme Tarot. Tempat ini yang merupakan kombinasi style dari Roman, Gothic, Renaissance dan Manueline, dengan chapel, palace, tamannya memang terasa sangat magis dan penuh misteri. Ambil waktu sebentar untuk terkesima dan bayangkan tempat ini saat masih aktifnya dulu, antara merinding dan juga kagum.

Selain sumur yang menakjubkan ini, kamu juga akan terkagum-kagum dengan palace beserta isinya.

Kapel

Bangunan lain yang menarik dari palace ini adalah kapelnya. Sebuah Chapel Katolik Roman dan terlihat sangat mewah dengan ornamen-ornamen fresko dan kaca mozaiknya. Lukisan-lukisan di dindingnya merupakan representasi dari Teresa dari Avila dan Saint Anthony serta penggambaran agama lainnya. Simbol-simbol di tempat ini cukup aneh dan unik menurutku, kadang membuatku tercenggang-cenggang dan berpikir sendiri. Lantainya menggambarkan kekristenan namun penuh dikelilingin oleh pentagram. Meskipun ukurannya terlihat kecil, namun kapel ini memiliki beberapa lantai yang sangat menarik untuk di eksplor.

Jadwal Buka        : Senin – Minggu, pukul 09.30 pagi – 7 malam

Harga tiket          : 6 Euro untuk dewasa dan 4 Euro untuk anak-anak

Tips 

  • Hati-hati jika mengambil photo, karena lokasinya cukup tinggi dan juga letak tangga-tangga cukup licin karena percikan air yang mengalir dari tembok-temboknya.
  • Gunakan Lisboa Card untuk mendapatkan discount sebesar 20% untuk tiket masuk.
  • Mintalah peta saat membayar tiket, lalu stick lah dengan peta tersebut, usahakan untuk selalu berjalan di tempat-tempat yang ada orang lain. Lokasi dan jalan-jalannya yang rumit cukup mudah membuat kita tersesat.
  • Dilarang piknik disini ataupun ngemil.
  • Dilarang juga membuang sampah, menyalakan api karena posisinya yang berada di hutan, bisa menyebabkan mudah terjadinya kebakaran dan memetik tanaman.
  • Bawa jaket, karena cuaca di Sintra bisa dingin menggigit sekali – apalagi untuk orang Indonesia.
  • Dilarang minum air dari keran. Walau biasanya di Eropa, air dari keran bisa di minum, namun tidak di semua tempat, sebaiknya cek-cek terlebih dahulu daripada nanti sakit perut.
Kerang dijadikan simbol untuk para penziarah yang melewati jalan-jalan Santo Katolik Roma (biasanya di sebut Camino Walk).

Semoga artikel ini bisa menginspirasi kamu untuk berkunjung ke Portugal ya. Nyatanya, negara ini membuat aku jatuh cinta dan menjadi salah satu negara favoritku sekarang.

 

Cheers,

Dea Sihotang

Advertisements

6 comments

    • Di dasar sumur ga ada apa-apa, yang ada simbol-simbol untuk upacara ritual tarot gitu. Kayanya jaman dulu ini dipake untuk ritual occultisme gitu, agak creepy memang, namun amazing, apalagi karena 27 meter ke bawah gitu dibangunnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s